Jam setengah tiga sore. GUe berduaan doang di kantor sama rekan kerja yang sedang sibuk bersenandung mendengarkan mp3 dari komputernya.
Sambil denger lagu2 romantis nan melankolis,bikin gue jadi kebawa pengen berromantis2 ria ama sang terkasih.
Kebetulan punya copy chat gue di im ama dia, dan bikin gue jadi ketawa2 sendiri betapa lucunya cara pedekate gue ama dia dulu.
Sumpah gue gak pernah nyangka, dia yang sebelumnya bahkan gak pernah berani gue pikirin, sekarang jadi orang yang paling perduli sama hidup gue.
Masih inget gue saat kenal ama dia lebih dari setahun yang lalu.
Saat gue berpikir kalo dia cuma tipe cowok gaul yang suka tebar pesona sana sini.
Gue selalu berpkir dia cuma cowok playboy yang kemungkinan banyak ngebagi cintanya di sana sini juga.
Siapa sangka, sekarang dia memberikan seluruh cintanya hanya buat gue (i wish)
Masih inget gue, lebih dari empat bulan lalu, gue cuma akan ber say "hi" aja setiap kali ketemu dia.
Bahkan gue gak bisa anggap dia itu temen gue.
BUt look at us now.
Gak ada hari tanpa kita bercakap2 di YM, sms, maupun via telepon.
BIla malam kami pisah, maka paginya pun kami sudah seperti gila saking rindunya satu sama lain.
Gak pernah terbayangkan sama gue, cowok yang suka bikin gue bete dengan nada angkuhnya setiap kali nelpon ke kantor ini, pada akhirnya menjadi cowok yang paling gue harapin akan menjadi suami gue nanti.
Dulu gue sama sekali gak pernah mikirin dia, secara yang gue tahu ada banyak cewek yang ngefans sama dia.
Tapi sekarang, gue selalu rindu ama pelukan hangatnya dan aroma badannya yang penuh kasih.
Kita emang gak pernah mengerti takdir.
Gue dan dia sama-sama letih dan terluka akibat hubungan jangka panjang yang melelahkan dan penuh dengan masalah.
GUe dan dia sama2 sudah pasrah akan cinta sejati dan gak berani berharap hal itu akan terjadi pada kita berdua.
Dan kita berdua sama2 sudah letih mencari dan terus mencari dimana belahan jiwa itu .
Tapi lihat kami sekarang.
Kami berdua saling mencintai dan benar2 tergila-gila akan cinta yang kami punya.
Rasanya tak pernah cukup untuk saling memeluk dengan segala kasih yang ada di hati
Rasanya tak pernah cukup untuk saling mencium dengan segala hasrat
Rasanya tak pernah cukup untuk saling menghirup aroma keberadaan masing2 kami ada disamping kami berdua
Kami berencana menikah.
Semoga itu tidak hanya menjadi tujuan, tapi juga awal kami menjalani hidup dengan saling berbagi
Saling menghargai, menghormati, dan mengasihi
Semoga rencana ini bukan rencana semata.
Semoga apa yang kami tuju ini tercapai dengan caranya yang paling indah.
Semoga kami bisa saling mencinta hingga kami sama-sama menjadi tua dan bijak
Semoga kami bisa saling tergila-gila seperti ini, meski segala gairah dan nafsu itu sudah pudar nanti.
Aku mencintai kamu, homerku