it’s because i feel this way
<

dari awal menjalani hubungan ini dengannya, saya sudah tidak mau mendengar hal-hal yang berhubungan dengan masa lalunya .

saya tidak ingin mendengar kisah2nya dengan orang-orang yang pernah hinggap di hatinya sebelum saya

saya tidak pernah ingin bertanya apa saja yang ia lakukan di masa lalu .

saya juga tak ingin mengetahui berapa kali dia menjalin cinta di masa lalunya.

alasannya cuma satu;menghindari konflik.

saya tidak ingin menjadi cemburu buta, atau terpaksa memikirkan bahkan membanding2kan diri saya dengan para mantan kekasihnya .

terlebih lagi, saya tidak mau merasa menggantikan posisi seseorang, sehingga menjadi terbebani untuk menjadi pengganti yang lebih baik.

tapi kemajuan jaman memaksa saya untuk mengingkari keinginan saya itu.

tekhnologi website bernama friendster, membuat saya jadi tahu yang mana saja mantan2 kekasihnya.

dan "memaksa" saya untuk mengintip seperti apa para mantannya. pada akhirnya membuat saya sibuk menjelajahi friendlist kekasih saya itu, dan mem"view" satu2 perempuan yang pernah hinggap di hatinya

tak sekedar melihat, sayapun menelitinya.

membaca testimoni kawan2 para si mantan, sekedar untuk mengetahui seperti apa watak si mantan, juga untuk mencari testimoni2 yang dikirim oleh kekasih saya itu, kepada mantan2nya

memperhatikan satu demi satu foto si mantan, sekedar untuk mengetahui secantik atau sekeren apa si para mantan

membaca kolom about me atau bahkan membaca satu demi satu blognya, hanya ingin mencoba mengetahui bagaimana si mantan bertutur.

dan segala kelakuan mengintip kehidupan orang lain yang pada akhirnya membuat saya malah menjadi semakin jauh membandingkan diri dengan mantan2nya

saya bahkan sempat bertengkar dengan kekasih saat saya membaca testimoni nya kepada mantannya yang isinya berbau kemesraan ah. padahal itu tolol sekali..

dan mengetahui bahwa mantan dari kekasih saya yang dulu paling dicintai oleh kekasih saya itu ternyata tetangga dekat kekasih saya itu, saya makin merasa "tertekan" dan saat si mantan (yang sudah saya add di friendlist saya) tiba2 memposting sesuatu yang berkenaan dengan "mantan gue masih sayang ama gue tuh", saya pun ada dalam puncak rasa tertekan saya..

lalu siapa sangka kalau ternyata justru si mantan itulah yang menghapus saya duluan dri friendlistnya, yang belakangan baru saya tahu kalau dia benci pada "hujan bulbo"saya yang sibuk menceritakan betapa saya mencintai mantan kekasihnya

(sungguh saya takbermaksud pamer)

hahhhhh!!!!

saya pun merasa menang, rupanya dia lebih merasa tertekan di banding saya…

lalu saya jadi berpikir lagi, sungguh sebuah perang pepesan kosong, bila masa lalu diributkan sampai sedemikian rupa

so, ada mantan yang mau sibuk sok pamer??? silahkannn

December 2nd, 2007 at 10:39 pm