Seorang sahabat menanyakan sesuatu kepada saya. "Aktivitas pagi lo gimana, bu?" Begitu kira-kira pertanyaannya.
Dan jawaban saya kira-kira seperti ini"Yah, biasanya diawali dengan saling ngebangunin, nyuruh mandi duluan, sampai akhirnya ditriakin dari bawah sama nyokapnya, buat mandi"
Jawaban yang teramat jujur, secara memang itulah aktivitas pagi saya setiap hari di rumah baru saya (rumah mertua maksudnya).
Teman saya itu terheran-heran, dia bertanya mengapa sya tidak bangun tidur sebelum suami saya lalu menyediakan minuman untuknya. Menurutnya, begitulah cara ia dibesarkan di lingkungan keluarganya, di mana perempuan harus bisa melayani laki-laki seperti itu.
Saya pun jadi teringat pada ibu saya. DIa juga biasa melayani Bapak saya dengan demikian, menyediakan minuman di pagi hari dan sore hari saat Bapak saya pulang. Menyisakan makanan khusus untuk Bapak saya, lalu menyediakannya, dan bahkan menyediakan air hangat tiap kali Bapak saya mandi.
Sebuah tugas yang mulia,bila dijalani dengan ikhlas if i may say.
Dan to be honest, setelah perbincangan dengan teman saya itu, sayapun jadi berpikir untuk melakukan hal serupa bagi suami saya. Rasanya ingin juga merasakan bagaimana rasanya melakukan bakti terhadap suami yang seperti itu. Dan lagi pula, menurut teman saya, lumayaan juga untuk mendapatkan pujian dari suami dan mertua (siapa sih yang tidak mau dipuji mertua dan suami?heheehe)
Sekedar referensi, sayapun menanyakan perihal tersebut kepada teman saya yang lain, dan menurutnya, menyediakan minum untuk suami, adalah sama artinya dengan berlipat lipat pahala bagi kita. Dan hari gini, siapa juga sih yang tidak mau pahala..
Dan tibalah malamnya.
Saya sudah memikirkan apa-apa saja yang bisa saya lakukan di pagi hari. Mulai dari mencoba bangun satu jam lebih pagi, lalu sekedar membantu bantu sang ibu mertua sebisanya, sampai dengan menyediakan minum dan sarapan bagi suami.
Saking seriusnya saya memikirkan rencana pagi hari, saya sampai tidak perduli dengan suami yang kelihatannya sedang dalam mood romantis (tahulah maksud saya), memilih menonton sinetron yang saya tidak seriusi, dan lalu tertidur tanpa mau dipeluk olehnya.
Rsanya saya butuh konsentrasi penuh malam itu.
DI pagi harinya, setelah tidur dengan perasaan gelisah menanti pagi tiba, saya pun bangun dengan cepat(meski hanya sepuluh menit lebih cepat), tanpa ada perasaan ngantuk dan malas seperti biasanya.
Langsung saya turun ke dapur, membereskan piring -piring kotor, dan mencuci piring -piring tersebut.
Pada saat itu saya semestinya sudah harus bersiap-siap diri untuk ke kantor, tapi saya tidak perduli.
Saya terus menjalankan rencana saya sejak semalam tadi.
Selanjutnya tibalah di hal nomer satu yang ada dalam sketsa rencana say, menyediakan minuman bagi suami. Saya berencana menyediakan minuman tepat di samping tempat tidur, saat suami masih terlelap. Terbayang di benak saya akan satu iklan kopi waktu saya masih sekolah. Dalam benak saya, suami yang terlelap akan terbangun oleh aroma sedap kopi yang saya sediakan di sampingnya.
membayangkannya, sayapun jadi tersenyum2 sendiri.
Saya pun membuat minuman, karena suami tidak suka kopi di pagi hari, saya pun membuatkan teh.
Saya letakkan di sampingnya beserta sepiring donat hasil buatan ibu nya (of course saya tidak akan punya waktu untuk membuat donat pagi-pagi begitu kan?)
Suami saya masih saja tertidur pulas. Hati saya berkta"kok tidak ada adegan dia terbangun karena aromanya yah". Ah, mungkin aroma teh memang tidak senikmat aroma kopi, begitu saya pikir.
Saya pun membangunkannya, dia terbangun dengan malas dan masih berkantuk2.
Dan guess what, dia masih tak sadar akan teh dan donat yang saya sediakan untuknya.
Saya pun mencoba memberikan petunjuk dengan menyarankannya untuk sarapan dulu sebelum mandi. DIa pun masih mengacuhkan teh dan donat tersebut, in fact dia malah meminta saya memeluknya.
Saya mencoba menyodorkan teh dan donat lebih dekat kepadanya, dan dia masih saja mengacuhkan mereka. Hati saya merasa nelangsa sekali, persis dengan kondisi teh dan donat yang di acuhkan itu.
Tidak tahan lagi, sayapun berkata "Kamu kok, gak minum teh dan gak makan donatnya seh? ITu kan aku sediain buat kamu!!!!!!"
Percaya atau tidak ,saya hampir merajuk saat mengatakan itu kepadanya.
Suami saya yang "polos" itu pun tertawa, dan pada akhirnya mau juga menyesap teh dan memakan secuil donatnya.
Well, dalam hati saya tahu, teh tersebut rasanya pasti tidak enak,mengingat saya tidak memberi banyak gula (suami saya sedang sakit gigi). dan saya yakin donat tersebut tidak seenak kelihatannya bagi suami saya, mengingat giginya yang sedang sakit membuatnya tak bisa mengunyah dengan baik.
AKhirnya saya pun mengalah, tak lagi memaksanya mengkonsumsi teh dan donat tersebut.Karena rasanya saya jadi merasa bersalah.
Dan mungkin suami saya pun merasakan hal yang sama, karena setelah itu, dia pun memeluk saya dengan hangat, hingga pada akhirnya kami memulai pagi itu dengan pelukan, kecupan romantis,dan kata kata romantis yang berlanjut hingga….. (yah, anda pasti tahulah apa yang terjadi selanjutnya…)
Pagi itupun menjadi salah satu pagi terindah bagi saya dan suami, meski akhirnya kami berdua harus telat sampai di kantor.
As for me, saya merasa harus berterimakasih pada teman saya itu, mengingat atas pertanyaannya lah saya mengalami pagi indah itu.
Next time, i may serve the tea naked, mungkin hasilnya lebih memuaskan lagi, hahahaha..!!!!
yeah yeah yeah, my wife, nit’ll be better if u naked,
im kidding……
apapun itu, yg terpenting, bangun pagi bisa membuat kamu tersenyum, itu satu hal yg paling membuat aku bahagia.
i love u so much my wife…
January 22, 2008 @ 5:43 pm