it’s because i feel this way
<

Sekali lagi, saya membuat dosa.
TAdi pagi, saat alarm berbunyi tepat setengah enam, suami saya membangunkan saya meminta saya bergegas mandi. Ini jatah saya mandi duluan katanya.
Dan sambil menggeliat malaspun, saya mengeluh dan memintanya mandi terlebih dulu.
Dengan setengah hatipun, ia memaksa dirinya bangun dari selimut hangat di pagi yang dingin itu.

Seusai mandi, sekilas saya lihat dia menyiapkan dirinya pergi ke kantor.
Dengan kemeja hijaunya, dia terlihat tampan sekali, dan sayapun memaksa diri saya bangun dan menciumnya.
Rasanya damai sekali, selalu.
Perasaan itu selalu timbul setiap kali bersentuhan dengannya.

Dan dengan manjanya dia meminta saya membuatkan sarapan untuknya.
Blesss…
ENtah kenapa saya merasa tersinggung, entah kenapa saya jadi merasa dia terus2 menyindir saya untuk hal yang saya tidak suka itu.
Saya pun berkilah, berdalih dan hampir mengeluh (lagi).
Saya bilang saya malas, dan masih mengantuk.

Yah, dia mengerti. Yah, dia memaklumi.
Tapi saya sadar saya sudah sangat berdosa.
Seharusnya saya bisa melayaninya, seharusnya saya bisa memanjakannya.

Tapi yang terjadi, saya malah terus menerus mengikuti ego saya, mempertahankan yang tidak benar.

Ya TUhan, seharusnya saya bisa menjadi istri yang jauh lebih baik untuknya.

KArena dia, dia sudah menjadi suami yang teramat baik untuk saya..

Maafkan saya, Tuhan.

February 19th, 2008 at 10:11 pm